gerak gerak bagian anggota tubuh yang ditampilkan dengan bergetar disebut
Diartrosisatau Sendi Gerak adalah hubungan di antara tulang yang memungkinkan untuk terjadinya banyak sekali pergerakan di dalam tubuh manusia. Sendi juga dibagi menjadi 5 buah sendi selai pada 3 pembagian sendi yang sudah dijelaskan di atas, yakni sendi gerak yakni sendi engsel, sendi pelana, sendi putar, sendi peluru, dan sendi geser. Otot
Gerakdapat berupa gerakan sebagian anggota tubuh maupun seluruh tubuh, misalnya gerak pindah tempat. Gerak pada manusia disebabkan oleh kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Jadi, gerak merupakan kerja sama antara tulang dengan otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena hanya mengikuti kendali otot, sedangkan Otot disebut alat
Ukebiasanya lebih androginus atau feminin dalam penampilannya dan seringkali memiliki tubuh yang lebih kecil dan kadang-kadang secara tidak realistis memiliki perilaku yang cenderung seperti anak perempuan. Si uke biasanya lebih dahulu jatuh cinta sebelum si seme. Walau stereotipe ini sangat umum, tidak semua karya yaoi seperti itu.
GERAKANtubuh Anda kala stress, hal ini dapat membantu Anda memangkas stress di kepala.Demikian menurut ahli, seperti dilansir Healthline, Menurut pakar bernama David Erceli, PhD, hal ini dikenal dengan nama neurogenic tremoring, sebuah pendekatan yang dilakukan dengan cara bergerak, hingga anggota badan bergetar.
BloodyRoll Soul 1800 - Sebuah gerakan yang brutal dengan memutar tubuh lawan sebagai Agito menggelinding musuh dari segala arah, merobek baju, dan memotong daging mereka. Setelah serangan selesai, percikan darah akan terlihat jelas mengalir keluar dari tubuh lawan dalam pola spiral. Twin-Cam - Gerakan double team yang digunakan Ikki dan
tabel kredit pra pensiun bank mandiri taspen. Skip to content Beranda / Informasi Kesehatan / Kesehatan Umum / Sistem Gerak pada Manusia Anatomi, Fungsi, Jenis, dll Sistem Gerak pada Manusia Anatomi, Fungsi, Jenis, dll Sistem gerak pada manusia meliputi tulang, jaringan lunak, otot, dan tendon untuk menopang berat badan, menjaga organ dalam, dan mobilitas tubuh. Pelajari lebih lengkap tentang anatomi sistem gerak pada manusia, fungsi, cara kerja, penyakit, dan cara menjaga kesehatan Itu Sistem Gerak pada Manusia? Sistem gerak pada manusia adalah seluruh komponen yang membentuk kerangka dan tubuh manusia, termasuk tulang, tulang rawan, ligamen, jaringan ikat, jaringan lunak, otot, dan tendon. Fungsi seluruh sistem gerak untuk menopang berat badan, membentuk postur tubuh, menjaga organ dalam, sebagai alat gerak tubuh. Sistem gerak pada manusia atau disebut juga sebagai sistem muskuloskeletal adalah salah satu komponen penting pada tubuh. Tanpa alat gerak yang memadai, manusia tidak dapat bergerak dan beraktivitas dengan lancar. Maka dari itu, menjaga kesehatan muskuloskeletal secara keseluruhan juga harus menjadi prioritas. Anatomi Sistem Gerak pada Manusia Sistem muskuloskeletal yang memadai mendukung aktivitas Anda sehari-hari seperti berjalan, berlari, berdiri, duduk, dan berbagai gerakan lainnya. Tubuh manusia terdiri dari sistem muskuloskeletal yang kompleks, sebagai berikut 1. Tulang Manusia dewasa memiliki 206 tulang yang berguna untuk menopang tubuh. Tulang terdiri dari protein bersifat kolagen dan hidroksiapatit kalsium dan mineral lain dengan tekstur yang keras. Seluruh tulang terdiri dari komponen dan struktur yang sama, namun memiliki fungsi spesifik berbeda. Berikut ini penjelasan tentang fungsi tulang Tulang rangka berfungsi sebagai dukungan struktural tubuh melindungi organ. Tulang juga menyimpang kalsium di dalam tubuh. Sementara tulang yang berongga di bagian dalam berisi sumsum tulang yang memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan komponen sel darah lainnya. 2. Otot Manusia memiliki otot yang terbuat dari ribuan serat elastis untuk mendukung tubuh untuk bergerak. Dalam sistem muskuloskeletal, otot manusia terdiri dari dua jenis, yaitu Otot Rangka Terdiri dari kumpulan serat kontraktil untuk menggerakan berbagai bagian tubuh, tepatnya melekat pada tulang. Otot Polos Terletak di beberapa arteri dan usus. Fungsi otot polos untuk mengatur aliran darah dan memindahkan makanan dan feses di saluran pencernaan. 3. Sendi Sendi adalah komponen yang menghubungkan dua tulang atau lebih. Fungsi sendi untuk memudahkan pergerakan Anda. Terdapat berbagai jenis sendi termasuk engsel, poros, sambungan pelana, sambungan bola sendi, soket, sendi luncur, dan kondiloid. 4. Tendon Tendon adalah pita jaringan yang menghubungkan otot ke tulang. Bagian tendon terdiri dari jaringan fibrosa dan kolagen yang memiliki tekstur keras, berserat, kuat, namun tidak terlalu elastis. 5. Ligamen Ligamen adalah pita jaringan yang menghubungkan tulang ke tulang. Fungsi ligamen untuk menstabilkan persendian dan mendukung pergerakan tubuh. 6. Bursae Bursae adalah bantalan pada seluruh sistem yang jaraknya berdekatan dan rentan bergesekan, seperti tulang, kulit, otot, atau tendon. Ada sekitar 160 bursae di seluruh tubuh manusia dengan ukuran bervariasi. 7. Tulang Rawan Tulang rawan adalah jaringan ikat yang menutupi sendi, tulang belakang, dan tulang rusuk. Fungsi tulang rawan untuk meredam gesekan dan kejutan dari gerakan sendi. Tulang rawan juga terdapat di telinga, hidung, panggul, dan paru-paru. 8. Kerangka Kerangka adalah susunan seluruh tulang yang membentuk postur tubuh manusia. Terdapat dua jenis kerangka, yaitu Rangka Aksial Tengkorak kepala yang melindungi otak dan memberi struktur wajah manusia. Rangka Apendikuler Rangka pada bagian tubuh yang melindungi organ dalam termasuk paru-paru, jantung, dada, tungkai, dan panggul. Itulah anatomi sistem gerak pada manusia. Setiap tulang, sendi, tendon, jaringan, dan bagian dari sistem muskuloskeletal lainnya memiliki fungsi penting bagi tubuh manusia. Penyakit pada Sistem Gerak pada Manusia Ada berbagai risiko penyakit yang terjadi pada sistem muskuloskeletal dan berefek negatif pada sistem pergerakan tubuh. Ketahui apa saja penyakit pada sistem gerak secara umum, berikut ini Cedera Cedera tulang, otot, sendi, tulang rawan, atau jaringan ikat dapat terjadi pada siapa saja. Penyebab cedera yang paling umum adalah terkilir, kecelakaan, atau patah tulang. Artritis Peradangan sendi yang umum terjadi pada orang tua akibat kerusakan pada tulang rawan di dalam sendi. Terdapat jenis radang sendi lainnya termasuk rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, dan gout. Nyeri Punggung Sering terjadi akibat cara duduk yang salah atau aktivitas berat. Gejala nyeri punggung termasuk otot punggung kejang dan tegang. Osteoporosis Kondisi ketika kepadatan tulang hilang sehingga tulang rapuh. Kanker Jenis kanker pada sistem muskuloskeletal adalah kanker tulang dan tumor yang tumbuh di jaringan ikat sarkoma. Kelainan Bawaan Cacat lahir yang memengaruhi tulang atau struktur tubuh seperti clubfoot atau kaki pengkor. Terdapat berbagai jenis penyakit pada sistem gerak lainnya yang menyebabkan gejala umum seperti nyeri, bengkak, sulit bergerak, kelelahan, dan penurunan fungsi tubuh. Cara Menjaga Sistem Gerak pada Manusia Menjaga kesehatan seluruh tubuh berarti menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal juga. Berikut ini cara menjaga kesehatan sistem gerak Rajin olahraga untuk meningkatkan fungsi gerak dan kekuatan tulang, otot, dan sendi. Pilih makanan sehat seperti buah, sayur, dan susu sebagai sumber kalsium dan vitamin D untuk tulang. Perhatikan postur tubuh. Jangan duduk membungkuk. Setelah duduk beberapa jam, bangun sebentar untuk peregangan tubuh. Jaga berat badan ideal karena lemak dapat memberi tekanan ke tulang dan berakibat buruk. Bila mengalami masalah tulang, sendi, otot, atau bagian dari sistem muskuloskeletal lainnya, silakan hubungi dokter umum atau rheumatologist untuk spesialis penyakit arthritis dan rematik. Cleveland Clinic. 2020. Musculoskeletal System. Diakses pada 19 Januari 2021. Eustice, Carol. The Musculoskeletal System and Disease. Diakses pada 19 Januari 2021. Libre Text Medicine. 2020. Overview of the Musculoskeletal System. Diakses pada 19 Januari 2021. Khan Academy. 2020. The musculoskeletal system review. Diakses pada 19 Januari 2021. DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi
Pada kesempatan kali ini akan membuat artikel mengenai Sistem Gerak Pada Manusia, yuk sama-sama kita bahas dibawah ini Sistem gerak manusia merupakan kerja sama antara organ-organ gerak sehingga bisa menciptakan gerakan yang dapat membantu aktivitas manusia. Gerak yang dilakukan oleh manusia terjadi sebab adanya sistem gerak yang saling berkoordinasi membentuk gerakan yang diinginkan manusia. Salah satu anggota gerak manusia meliputi tulang. Tulang adalah anggota gerak pasif sebab tidak bisa bergerak sendiri tulang juga melibatkan peran otot dan persendian. Pengertian Sistem Gerak Pada Manusia Kerangka badan manusia terletak di dalam badan ditutupi oleh kulit serta daging sehingga diucap rangka dalam. Rangka berperan buat mendukung badan serta berikan wujud badan, bagaikan tempat melekatnya otot- otot rangka. Rangka pula memiliki guna bagaikan perlengkapan gerak pasif serta pelindung bagian badan yang lunak. Rongga tulang pada rangka manusia yang bersumsum merah merupakan pusat penghasil sel- sel darah. Rangka manusia terdiri dari± 206 ruas tulang yang mempunyai dimensi serta wujud yang bermacam- macam. Tulang- tulang penyusun rangka dikelompokkan jadi tulang tengkorak, tulang pembuat badan serta tulang anggota gerak. Anggota gerak dikelompokkan jadi anggota gerak atas serta anggota gerak dasar. Tulang anggota gerak atas terdiri dari lengan, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan serta tulang jari tangan. Tulang anggota gerak dasar terdiri dari tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki serta tulang jari kaki. Lapisan serta wujud tulang anggota gerak atas cocok dengan guna lengan, misalnya buat mengangkut, melontarkan, memukul, memegang, menggenggam, memungut, serta menjumput. Tulang Anggota gerak dasar memiliki wujud serta lapisan tulang anggota gerak dasar lebih disesuaikan buat berjalan, berlari, serta menahan beban badan. Komponen Sistem Gerak Manusia Tulang/Rangka Tulang memiliki guna utama bagaikan perlengkapan gerak pasif. maksudnya tulang cuma bisa bekerja/ bergerak apabila terdapat dorongan dari otot. Tulang ataupun rangka pada manusia terkategori ke dalam perlengkapan gerak pasif disebabkan tulang cuma hendak bisa bergerak bila terdapat kegiatan yang terjalin pada otot. tulang sendiri tercipta oleh isi kalsium yang berupa garam yang merekat erat dengan dorongan kalogen. di dalam masa perkembangannya, wujud tulang dapat berganti ataupun hadapi kelainan bila terdapat kendala yang dibawa semenjak lahir semacam terdapatnya peradangan penyakit, aspek nutrisi serta gizi, maupun posisi badan yang salah. tulang yang satu dengan yang lain umumnya tersambung oleh sendi- sendi. Modul menimpa persendian hendak kita bahas setelah ulasan menimpa tulang berikut ini Fungsi Rangka pada Manusia Kerangka pada badan manusia memiliki sebagian guna utama, ialah bagaikan berikut Penegak tubuh Membuat tubuh Terbetuk Tempat Melekatnya otot Tempat terbentuknya proses pembuatan sel darah merah Alat gerak pasif Kerangka Manusia Kerangka pada manusia dapat dipecah ke dalam 3 kelompok ialah Bagian tengkorak, Bagian tubuh, dan Bagian anggota gerak. Bagian Tengkorak Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas tulang- tulang pipih yang jadi tempat terbentuknya proses pembuatan sel- sel darah merah serta putih. Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari Tiap- tiap tulang tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang tengkorak, serta tulang dahi 1 buah Bagian Badan Bagian rangka tubuh pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok ialah Ruas- ruas tulang balik, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang bahu, serta Gelang panggul. Bagian Anggota Gerak Bagian ini pula dibagi lagi ke dalam 2 bagian ialah bagaikan berikut Anggota gerak atas Anggota gerak ini ada pada tangan kanan serta tangan kiri Anggota Gerak Bawah Buat anggota gerak dasar pastinya ialah rangka penyusun kaki kanan serta kiri Jenis Jenis Tulang Brdasarkan kepada jenisnya, tulang yang ada di dalam badan manusia dibedakan jadi 2 tipe, ialah Tulang Rawan Tulang rawan merupakan tulang yang disusun oleh sel- sel tulang rawan. Tulang ini sifatnya lentur sebab ada ruang pada aantar sel tulang rawan. Tulang ini memiliki zat kapur serta zat perekat. Diantara contoh tulang rawan ialah ujung tulang rusuk, hidung, kuping, trakea, laring, bronkus, serta di antara ruas- ruas tulang balik. Tulang Keras Semacam namanya, tulang keras memiliki tekstur yang lebih padat serta bertabiat keras daripada tulang rawan. Tipe tulang ini disusun oleh osteoblas sel pembuat tulang. Ada banyak zat kapur diantara sel tulang keras dengan sedikit zat perekat. seperti itu yang membuat tipe tulang ini jadi keras. Di dalam tulang keras kita dapat menjumpai saluran havers. di dalam saluran havers ini ada pembuluh- pembuluh darah. Diantara contoh tulang keras ialah tulang kering, tulang lengan, serta tulang selangka. Bentuk Tulang Tulang dibedakan jadi 3 berbagai apabila didasarkan kepada wujudnya, ialah bagaikan berikut Tulang Pipa Wujud tulang ini panjang serta bundar dengan rongga di tengahnya semacam pipa. contoh tulang pipayaitu tulang jari tangan, tulang paha, serta tulang lengan atas. Tulang Pipih Wujud tulang ini gepeng ataupun pipih. contohnya ialah tulang dada, tulang belikat, serta tulang rusuk. Tulang Pendek Tulang yang berupa bundar serta pendek. contohnya ialah ruas- ruas tulang balik, tulang pergelangan kaki, serta tulang pergelangan tangan. Tulang pipih mempunyai guna bagaikan tempat terbentuknya proses pembuatan sel darah merah serta putih. Kelainan pada Tulang Berikut ini merupakan sebagian contoh kelainan pada tulang Skoliosis Skoliosis merupakan kelainan pada tulang punggung yang menyebabkan letaknya jadi membengkok ke samping kanan ataupun kiri. perihal ini bisa terjalin sebab terlau kerap mengangkut beban pada salah satu bahu ataupun lengan. ataupun pula bisa diakibatkan oleh kerutinan duduk dengan posisi yang miring sehingga beban badan bertumpu pada salah satu lengan. Kifosis Kifosis merupakan sesuatu kelainan tulang punggung sangat membengkok kearah balik, kelainan ini umumnya disebabkan oleh kerutinan duduk dengan posisi yang sangat membungkuk ataupun kerap memanggul beban yang berat dengan memakai punggung. Lordosis Kebalikan dari kifosis ialah kelainan tulang punggung yang sangat membengkok ke depan, posisi duduk dengan membusungkan dada bisa jadi pemicu dari kelainan ini. Polio kelainan ini disebabkan oleh terdapatnya infaksi virus polio, pengidapnya hendak hadapi keadaan tulang yang makin lama makin mengecil sehingga berujung pada kelumpuhan. Rakhitis Kelainan yang terjalin akibat kekurangan konsumsi vit D, sehingga tulang kakinya berupa menyamai huruf X ataupun O. Persendian Semacam kamu tahu, terdapat banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada badan manusia. tiap- tiap tulang tersebut pasti silih berhubungan. paling tidak terdapat 200 tulang yang letaknya silih berhubungan di dalam badan manusia. Ikatan yang ada diantara 2 tulang seperti itu yang diucap dengan sendi maupun artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia, persendian mmpunyai guna dan peranan yang amat berarti di dalam proses terbentuknya kegiatan maupun gerakan. Macam Macam Sendi Bersumber pada kepada watak pergerakannya, sendi dibedakan kedalam 3 berbagai, ialah bagaikan berikut Sendi Mati Sinartrosis Sendi yang tidak mempunyai celah sendi sehingga tidak bisa jadi terjalin pergerakan pada sendi tersebut. Contoh dari sendi mati yakni sendi- sendi yang menghubungkan antar tulang pada bagian tengkorak. Sendi Kaku Amfiartrosis Sendi yang dapat digerakkan tetapi terbatas. contohnya merupakan sendi pada ruas tulang balik, sendi pada pergelangan tangan, dan sendi pada tulang dada. Sendi Gerak Diartrosis Sendi yang dapat digerakkan secara leluasa. Sendi Engsel Semacam engsel pada pintu, sendi ini membolehkan pergerakan tulang pada satu arah. contoh sendi engsel ialah sendi pada lutut serta siku. Sendi Pelana Pada sendi pelana, salah satu tulang dapat digerakkan mengarah 2 arah. contohnya ialah sendi yang menghubungkan ruas jari dengan telapak tangan. Sendi Geser Sendi ini membolehkan terbentuknya gerakan perpindahan pada tulang. contohnya ialah sendi- sendi pada ruas tulang balik. Sendi Putar Pada tipe sendi ini, salah satu tulang bisa bergerak sebab memiliki poros pada tulang yang lain. ialah sendi yang menghubungkan tulang hasta serta tulang pengumpil. Sendi Peluru Pada sendi ini salah satu tulang berupa bonggol sehingga tulang itu bisa bergerak ke seluruh arah. contohnya ialah sendi yang menghubungkan tulang lengan dengan tulang gelang bahu dan tulang paha serta tulang gelang panggul. Jenis Jenis Otot Otot merupakan jaringan yang ada di dalam badan manusia yang gunanya ialah bagaikan perlengkapan gerak aktif buat menolong tulang biar bisa bergerak. Tanpa terdapatnya otot, badan manusia tidak hendak bisa bergerak sebab ototlah yang bisa membuat tulang bergerak. Berdasarkan pada jenisnya, otot dibedakan jadi 3, ialah Otot Polos Merupakan jaringan yang tercipta oleh sel- sel otot yang wujudnya semacam gelondong dimana dibagian ujungnya cenderung meruncing. Otot Jantung Otot jantung merupakan Otot yang terletak pada bilik jantung. Otot Lurik Biasa diucap pula bagaikan otot rangka sebab otot ini umumnya menempel pada rangka. diucap lurik sebab bila dilihat dengan mengenakan mikroskop hendak nampak nampak garis hitam cerah pada serabut otot ini. Gerak serta Kerja Otot Otot bergerak secara kontraksi serta relaksasi. Kala otot berkontraksi hingga ukurannya hendak memendek jadi keras serta hendak membentuk suatu gelembung pada bagian tengah. dengan terdapatnya kontraksi pada otot hingga tulang hendak tertarik. buat mengembalikan tulang tersebut pada posisi dini hingga diperlukan relaksasi. maksudnya wajib terdapat otot lain yang berkontraksi biar bisa menarik tulang itu kembali ke posisi dini. jadi buat bisa menggerakan tulang paling tidak diperlukan kerjasama dari 2 berbagai otot dengan metode kerja yang berbeda. Dengan bersumber pada kepada metode kerjanya, hingga otot dapat dibedakan jadi 2 tipe ialah bagaikan berikut Gerak Sinergis Gerak sinergis merupakan gerak selaras dari 2 otot ataupun lebih. Pada gerak sinergis, otot- otot tersebut hendak berkontraksi serta berelaksasi secara bertepatan. contohnya merupakan gerakan pada otot punggung serta leher. Gerak Antagonis Gerak bertentangan antara 2 ataupun lebih otot buat menggerakan pada sesuatu bagian badan. contohnya merupakan kala lengan dasar terangkat hingga otot bisep hendak berelaksasi sedangkan otot trisep melaksanakan relaksasi. Kelainan pada Otot Berikut merupakan sebagian cntoh kelainan yang bisa terjalin pada otot manusia ialah bagaikan berikut Tetanus Kelainan pada otot yang disebabkan oleh peradangan kuman sehingga keadaan otot terus mengencang. Atrofi Keadaan otot yang mengecil umumnya beriringan dengan terdapatnya peradangan virus polio, sebab tidak digerakkan hingga otot hendak menurun serta mengecil. Kram Kejang otot disebabkan aktivitas otot berlebih. umumnya terjalin pada atlit berolahraga. Terkilir Kelainan otot sebab terbentuknya kesalahan pada gerak otot sinergis yang bekerja malah bertentangan arah. Penyakit Pada Sistem Gerak Berikut dibawah ini beberapa penyakit pada sistem gerak 1. Rakhitis Rakhitis merupakan penyakit tulang. Rakhitis merupakan salah satu penyakit tulang sebab kekurangan vitamin D. Vitamin D berfungsi untuk membantu proses penimbunan zat kapur pada waktu pembentukan tulang. Jadi, apabila kekurangan vitamin D akan menyebabkan tulang anggota gerak berbentuk X atau O. 2. Mikrosefalus Mikrosefalus adalah pertumbuhan tulang tengkorak yang terhambat sebab abnormalitas tirosin sehingga ukuran kepala menjadi kecil. Mikrosefalus merupakan salah satu penyakit tulang tengkorak yang cukup langka. Ukuran tulang tengkorak bisa saja berhenti berkembang pada usia trtentu. Untuk penyebabnya belum sepenuhnya diketahui. Tetapi para ahli dari kalangan dokter serta spesialis tulang, berpendapat kemungkinan besar kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan. 3. Hidrosefalus Hidrosefalus merupaka salah satu kelainan yang ditandai dengan pengumpulan abnormal cairan spinal dan juga terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala membesar. Beberapa penyebab terjadinya hidrosefalus di antaranya ialah buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak. 4. Akromegali merupaka salah satu penyakit pada tulang pipa yang menebal sebab kelebihan somatotropin yang bersifat lokal. Penyebab yang paling sering dari penyakit akromegali ini ialah tumor jinak di kelenjar hipofisis, yang berada di bawah otak. Apabila tidak segera di tangani dengan serius, penyakit ini akan menjadi lebih parah serta berpengaruh pada organ-organ lainnya. Seperti tulang tengkorak yang melindungi otak. 5. Osteoporosis Osteoporosis adalah penurunan berat tulang sebab osifikasi dan terjadi penghambatan reabsorpsi bahan tulang. Hal ini bisa disebabkan oleh kelainan fungsi hormon parahormon. Secara umum penyakit osteoporosis diakibatkan karena kekurangan kalsium yang berkaitan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang serta pembentukan tulang yang baru. Osteoporosis ini umumnya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan paling sering menyerang wanita. 6. fraktura Fraktura merupakan tulang retak yang tidak sampai menyebabkan organ lain terluka atau bisa menyebabkan otot serta kulit terluka. Fraktura adalah suatu keadaan terputusnya tulang yang utuh beserta jaringan yang terdapat disekitarnya akibat tekanan yang teralu berlebihan pada tulang. Sehingga struktur tulang mengalami perubahan dan juga krusakan yang bisa menimbulkan rasa sakit. Hal ini bisa menyebabkan tulang kehilangan fungsinya. 7. Greenstick Grenstick merupakan tulang yang mengalami retak sebagian dan tidak sampai memisah. Hal ini bisa terjadi sebab faktor penyakit. Contohnya seperti penyakit diabetes. Biasanya bagian tulang yang terkena dampak penyakit ini akan mengalami pembengkokan. 8. Komminudet Komminudet merupakan tulang yang mengalami retak menjadi beberapa bagian, namun tidak sampai keluar dari otot. 9. Lordosis Lordosis merupakan penyakit, jika tulang pinggang melengkung ke depan yang menyebabkan kepala tertarik ke belakang. 10. Kifosis Kifosis merupakan penyakit tulang belakang, apabila tulang punggung melengkung ke belakang yang menyebabkan orang menjadi bungkuk. 11. Skoliosis Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang, apabila tulang belakang melengkung ke kiri atau ke kanan. 12. Dislokasi Dislokasi merupakan pergeseran kedudukan sendi sebab perubahan ligamen. Dislokasi adalah cedera pada kaki. Cedera dislokasi ini terjadi pada saat tulang bergeser dan keluar dari posisi normalnya pada sendi. Sebagian besar kasus dislokasi terjadi sebab benturan yang dialami oleh sendi. Contohnya seperti saat bermain basket atau jatuh dari sepeda. Diskolasi pada umumnya terjadi pada jari dan bahu. 13. Ankilosis Ankilosis persendian yang tidak bisa digerakkan. Ankilosis merupakan salah satu gangguan/penyakit pada sendi yang mengakibatkan sendi menjadi kaku. Ankilosis merupakan salah satu penyakit kronis yang cukup sulit untuk disembuhkan. Apabila terserang penyakit ankilosis, maka pada bagian tungkai serta lengan akan sulit digerakkan pada awalnya dan kemudian tidak bisa digerakkan sama sekali saat ankilosis bertambah parah. 14. Artritis Artritis adalah salah satu peradangan pada persendian yang meliputi dengan rasa sakit untuk digerakkan. Arthritis terbagi menjadi tiga macam, yaitu a Reumatoid, yang merupakan salah satu penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi. b Gout arthritis, yakni gangguan persendian sebab metabolisme asam urat yang gagal. c Osteoartritis, yaitu penyakit sendi sebab menipisnya tulang rawan. 15. Kejang Otot Kejang otot atau lebih sering disebut keram bisa terjadi jika otot terus-menerus melakukan aktivitas sampai akhirnya tidak bisa lagi berkontraksi sebab kehabisan energi. Kram otot atau kejang otot, baik yang terjadi pada bagian kaki maupun bagian lainnya. 16. Tetanus Tetanus merupaka kondisi dimana otot terus menerus mengalami ketegangan sebab infeksi bakteri Clostridium tetani yang menghasilkan toksin. Kaku otot yang dialami pada saat mengalami titanus berawal dari rahang dan leher. Clostridium tetani juga bisa menyerang saraf pada manusia melalui luka kotor yang di bawanya. Clostridium tetani merupakan bakteri yang mampu bertahan hidup di luar tubuh dalam bentuk spora untuk waktu yang relatif sangat lama. Misalanya, dalam debu, tanah dan kotoran hewan maupun kotoranmanusia. Spora Clostridium tetani biasanya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor. 17. Atrofi Otot Mengecil Atrofi merupakan diamana keadaan otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuan otot untuk berkontraksi. Hal ini mengakibatkan otot mengalami kelumpuhan. Atrofi bisa terjadi karena disebabkan oleh mutasi gen yang bisa merusak gen untuk membangun organ. 18. Supertrofi Otot Membesar Supertrofi merupakan volume otot membesar sebab otot setiap hari dilatih secara berlebihan. Hal ini bisa terjadi akibat dari peningkatnya jumlah filamen-filamen aktin serta miosin dalam setiap serat otot, jadi akan menyebabkan pembesaran pada otot yang melebihi batas. 19. Hernia abdominalis Hernia abdominalismerupakan keadaan dimana otot dinding perut yang lemah tersobek sehingga letak usus menurun. Penyebab penyakit hernia adalah sebab adanya titik lemah yang terjadi di dalam dinding perut. Adanya sebuah kombinasi dari kedua gejala hernia yang terjadi tadi. 20. Stiff atau kaku leher Stif atau kaku leher merupaka keadaan dimana otot leher yang mengalami peradangan akibat gerakan atau hentakan yang salah sehingga leher terasa sangat kaku. Sakit leher atau kaku leher bisa terjadi sebab banyak hal. Demikianlah artikel tentang Sistem Gerak Pada Manusia Pengertian, Fungsi, Komponen, Kerangka, Jenis, Bentuk, Kelainan, Macam, Penyakit dari semoga bermanfaat. Baca Juga
Kerangka tubuh manusia terletak di dalam tubuh ditutupi oleh kulit dan daging sehingga disebut rangka dalam. Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan memberi bentuk tubuh, sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga mempunyai fungsi sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang lunak. Rongga tulang pada rangka manusia yang bersumsum merah adalah pusat penghasil sel-sel darah. Manusia dalam kesehariannya banyak melakukan aktivitas seperti bekerja, berlari, berjalan, duduk dan berdiri. Untuk melakukan kegiatan tersebut tubuh manusia ditunjang dengan adanya rangka. Rangka terdapat di dalam tubuh manusia. Rangka manusia dewasa dibangun oleh 206 ruas tulang dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi sesuai dengan fungsinya. Dengan adanya rangka, maka manusia termasuk ke dalam kelompok vertebrata. Bentuk tubuh manusia tidak terlepas dari peran rangka. Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh panjang dan ukuran tulang-tulang penyusun tubuhnya. Tulang dibantu dengan adanya otot dan persendian, maa tubuh manusia dapat bergerak. Sebagian besar pembentukan sel darah juga terjadi di dalam sumsum tulang. Tulang juga merupakan organ yang mengandung mineral kalsium paling banyak diantara organ tubuh lainnya. Fungsi kerangka antara lain menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru tempat melekatnya otot-otot untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah Pada manusia, rangka dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu rangka aksial dan rangka apendikular, yaitu Skeleton Aksial Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan. Macam-macam skeleton aksial yaitu a. Tulang Tengkorak Bagian Kepala Bagian Parietal Tulang dahi Bagian Temporal Tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga Bagian Occipitas Daerah belakang dari tengkorak Bagian Spenoid Berdekatan dengan tulang rongga mata seperti tulang baji Bagian Ethmoid Tulang yang menyusun rongga hidung b. Tulang Tengkorak Bagian Wajah Rahang bawah menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. hal tersebut merupakan satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan yang lebih bebas. Rahang bawah menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit palatinum tulang langit-langit menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut Zigomatik tulang pipi Tulang hidung Tulang lakrimal sekat tulang hidung. c. Tulang Dada Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. Bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar. Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu Tulang hulu / manubrium Tulang badan / gladiolus Tulang taju pedang / xiphoid process d. Tulang rusuk Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas e. Ruas-ruas Tulang Belakang Tujuh ruas pertama disebut tulang leher. ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan. Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung. Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk. Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang. Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot. Lima ruas tulang kelangkangan sacrum, yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang. Bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor coccyx, tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu. Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ Skeleton Apendikular Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton axial. Skeleton axial terdiri dari Anggota gerak atas Anggota gerak bawah Gelang Bahu Gelang panggung Bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan tulang coccyx a. Tulang anggota gerak atas extremitas superior Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas Humerus / tulang lengan atas. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta. Karpal / pergelangan tangan. Metakarpal / telapak tangan. Palanges tulang jari-jari b. Tulang anggota gerak bawah ekstremitas inferior Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang Femur / tulang paha. Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis. Patela / tempurung lutut. Tarsal / Tulang pergelangan kaki. Metatarsal / Tulang telapak kaki. Palanges / tulang jari-jari tangan. c. Tulang gelang bahu klavikula dan scapula / belikat dan selangka Tulang selangka berbentuk seperti huruf “S”, berhubungan dengan tulang lengan atas humerus untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat. Tulang belikat skapula berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk. Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi. d. Gelang Panggul Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggung. Pada anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu illium bagian atas, tulang ischiun bagian bawah dan tulang pubis bagian tengah. Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang menghubungkan kedua tulang pubis. Fungsi gelang panggung terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin. Sistem Otot Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi . oto memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan , sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Dengan demikian otot memiliki 3 karakter, yaitu Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan. Ektensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula. Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament miosin. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun satu otot. Jenis-jenis Otot Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. a. Otot lurik Otot Rangka Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur-jalur melintang gelap anisotrop danterang isotrop yang tersusun berselang-selang. b. Otot Polos Otot polos disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam otot viseral. Otot polos tersusun dari sel – sel yang berbentuk kumparan halus. Otot polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh, misalnya pada Dinding saluran pencernaan Saluran-saluran pernapasan Pembuluh darah Saluran kencing dan kelamin c. Otot Jantung Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja serabut – serabutnya bercabang – cabang dan saling beranyaman serta dipersarafi oleh saraf otonom. Letak inti sel di tengah. Dengan demikian, otot jantung disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut kehendak Fungsi Otot Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan. Rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memperkuat rangsangan kedua. Dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum. Tonus yang maksimum terus-menerus disebut tetanus. Sifat Kerja Otot Sifat kerja otot dibedakan menjadi dua, yaitu a. Antagonis Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan. Jika otot pertama berkontraksi dan yang kedua berelaksasi, akan menyebabkan tulang tertarik atau terangkat. Sebaliknya, jika otot pertama berelaksasi dan yang kedua berkontraksi akan menyebabkan tulang kembali ke posisi semula. Contoh otot antagonis adalah otot bisep dan trisep. Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung dua tendon yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga jung tiga tendon yang melekat pada tulang, terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Antagonis juga adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah Ekstensor meluruskan dan fleksor membengkokkan, misalnya otot trisep dan otot bisep. Abduktor menjauhi badan dan adductor mendekati badan misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna. Depresor ke bawah dan adduktor ke atas, misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah. Supinator menengadah dan pronator menelungkup, misalnya gerak telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan menelungkup. b. Sinergis Sinergis juga adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus Otot yang menyebabkan telapak tngan menengadah atau menelungkup. Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama – sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot – otot itu berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. Misalnya, otot – otot antar tulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas, atau otot pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup. Berdasarkan tujuan kerjanya tadi, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. Sendi Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian artikulasi. Beberapa komponen penunjang sendi Kapsula sendiadalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga. Ligamenligamentum adalah jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut liat yang mengikat tulang satu dengan tulang lain pada sendi Tulang rawan hialinkartilago hialin adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan. Cairan sinovialadalah cairan pelumas pada kapsula sendi Ada berbagai macam tipe persendian 1. Sinartrosis Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan. Dapat dibedakan menjadi dua a. Sinartrosis sinfibrosis sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh persendian tulang tengkorak. b. Sinartrosis sinkondrosis sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh hubungan antarsegmen pada tulang belakang. 2. Diartrosis Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. Dapat dikelempokkan menjadi a. Sendi peluru persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat. b. Sendi pelana persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan. c. Sendi putar persendian yang memungkinkan gerakan berputar rotasi. Contoh hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I atlas. d. Sendi luncur persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh hubungan tulang pergerlangan kaki. e. Sendi engsel persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta. 3. Amfiartosis Amfiartosis adalah persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan a. Sindesmosis Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohpersendian antara fibula dan tibia. b. Simfisis Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram. Contoh hubungan antara ruas-ruas tulang belakang. Gangguan dan Kelainan Pada Tulang Gangguan dan kelainan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain 1. Kesalahan nutrisi, jika kekurangan vitamin D pada anak-anak akan mengakibatkan pertumbuhan tulang terganggu sehingga kaki dapat membengkok kaki O dan kaki X 2. Gangguan karena infeksi, misalnya kuman sifilis, gonorhoe dan TBC dapat merusak sendi-sendi pada lutut dan pangkal paha, gangguan tersebut antara lain Atritis eksudatif peradangan pada sendi yang menyebabkan sendi terinfeksi dan bernanah Atritis sika peradangan pada sendi hingga cairan sendi menjadi kering karena kehilangan minyak sendi sinovial Nekrosiskerusakan pada selaput tulang periosteum hingga bagian tulang mati dan mengering. Layu sendi keadaan tidak bertenaga pada persendian akibat rusaknya cakra epifisis tulang rongga gerak. 3. Kesalahan sikap duduk dalam jangka waktu yang lama, dapat mengakibatkan Skoliosiskondisi dimana tulang belakang bagian punggung membengkok kekiri atau ke kanan. Penyebabnya adalah posisi duduk yang salah. Lordosiskondisi dimana tulang belakang bagian punggung membengkok ke depan. Ini terjadi bila kita sering duduk membengkok ke depan. Kifosis merupakan kondisi yang berkebalikan dengan kondisi lordosis, dimana tulang belakang bagian punggung membengkok ke belakang. 4. Gangguan mekanik, terjadi karena jatuh atau terkena benda keras, dapat berakibat Memar sendi selaput sendi sobek. Urai sendi lepasnya tulang persendian. Fraktura patah tulang umumnya terjadi pada tulang pipa. Fisura retak tulang, dapat diperbaiki oleh periosteum dengan membentuk kalus. GANGGUAN DAN KELAINAN OTOT Atropi suatu kondisi dimana otot mereduksi atau mengecil sehingga tidak kuat untuk melakukan gerakan. Hipertropi suatu kondisi dimana otot membesar. Hal ini disebabkan aktivitas otot yang berlebihan misalnya bekerja atau olah raga Hernia abdominal apabila dinding otot abdominal bagian perut sobek pada bagian yang lemah. Akibatnya usus menjadi melorot ke bawah masuk kedalam rongga perut. Kelelahan otot terjadi karena otot terus menerus melakukan aktivitas dan pada puncaknya terjadi kram atau kekejangan. Stiff terjadi karena peradangan otot trapesius leher akibat kesalahan gerak, sehingga leher menjadi sakit dan terasa kaku jika diherakkan. Tetanus merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi kejang karena toksin bakteri tetanus Clostridium tetani yang masuk ke dalam Distrofiotot merupakan penyakit kronis pada otot sejak anak-anak, diduga merupakan penyakit genetis bawaan Miestenia gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Daftar Pustaka Afrianto, Feri. Sistem Gerak Manusia. / 25972416/ Sistem-Alat-Gerak Diakses tanggal 29 Maret 2012 Zaifbio. Sistem Gerak Manusia. sistem-gerak-manusia/ Diakses tanggal 31 Maret 2012 Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
- Manusia banyak melakukan gerak dari bangun tidur hingga kembali tidur. Tahukah kamu jika gerakan yang dilakukan manusia menggunakan sejumlah organ, rangka, persendian, hingga otot dan disebut dengan sistem gerak. Sistem gerak sebagai satu kesatuan yang kompleks. Organ-organ di dalam tubuh yang menunjang gerak, yakni Rangka Tulang Sendi Otot Berikut penjelasannya Rangka Rangka pada tubuh manusia ada sekitar 206 ruas tulang yang berbentuk dan berukuran beragam. Baca juga Faktor yang Memengaruhi Gerak Benda Pada kerangka tubuh manusia bagian dalam dilindungi oleh daging dan kulit. Itu bertujuan untuk melindungi bagian-bagian dalam kerangka yang lunak. Rangka manusia termasuk golongan alat gerak pasif. Di mana rangka hanya akan bergerak jika ada aktifitas pada otot. Rangka memiliki fungsi bagi manusia, yakni sebagai pembentuk tubuh, penegak tubuh, tempat melekatnya otot, dan alat gerak pasif. Tulang Dilansir Encyclopaedia Britannica 2015, tulang adalah jaringan tubuh yang terdiri dari sel-sel yang tertanam dalam antar sel keras yang berlimpah. Tulang tersusun membentuk tubuh dari atas hingga bawah, dari tulang kepala hingga kaki. Dalam tulang ada beberapa bagian, yakni Tulang tengkorak Tulang badan Tulang anggota gerak Berikut penjelasan tulang-tulang tersebut 1. Tulang tengkorak Dikutip situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, tulang tengkorak tersusun atas tulang-tulang pipih, saling berhubungan, dan membentuk tempurung tengkorak. Baca juga Pulihkan Cedera Patah Tulang, Cara Ini Bisa Dilakukan Tulang-tulang tersebut mengelilingi otak dan melindungi otak yang ada di dalamnya serta bola mata dan telingan bagian dalam. Tulang tengkorak terdiri atas tulang tengkorak bagian kepala tempurung kepala dan tulang tengkorak bagian muka wajah. 2. Tulang badan Tulang badan merupakan kelompok tulang yang membentuk badan. Tulang badan dibentuk oleh berbagai ruas-ruas tulang. Ada lima macam ruas-ruas tulang yang membentuk tulang badan, yakni Tulang belakang Tulang belakang berbentuk tulang pendek dan berjumlah 33 ruas. Tulang belakang bentuknya melengkung jika dilihat dari samping. Lengkungan itu berfungsi untuk menunjang keseimbangan badan. Tulang dada Tulang dada berbentuk pipih dengan panjang sekitar 15 sentimeter. Terletak di bagian tengah dada dan merupakan tempat tulang rusuk sejati. Baca juga Halo Prof! Adakah Kaitan antara Cairan Empedu Berlebih dan Otot Punggung? Tulang rusuk Tulang rusuk pada manusia berjumlah 12 pasang dan berbentuk pipih. Dalam tulang rusuk dibagi tiga jenis, yakni tulang rusuk sejati yang berjumlah tujuh tulang rusuk palsu berjumlah tiga pasang, dan tulang rusuk melayang yang berjumlah dua pasang. Gelang bahu Gelang bahu tersusun atas dua pasang tulang, yakni tulang selangka dan tulang belikat. Gelang panggul Pada gelang panggul tersusun tiga pasang tulang yang saling berhubungan satu sama lain. 3. Tulang anggota gerak Pada tulang tersebut terdiri atas anggota gerak, yaitu tangan atau lengan, dan anggota gerak bawah, yaitu kaki. Sendi Pada sistem gerak sendi sangat berperan penting dalam proses suatu aktifitas atau gerakan. Sendi berfungsi sebagai penghubung antar tulang. Sehingga mempermudah otot sebagai alat gerak aktif dalam melakukan gerakan. Dalam sendi dibagi tiga macam, yakni Seni Mati Sendi kaku Sendi gerak Baca juga Mengenal Trigger Finger, Radang Sendi Jari yang Bikin Kaku Berikut penjelasannya Sendi mati, adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celak sendi. Sehingga sendi tidak dapat bergerak. Sendi kaku, adalah hubnungan antar sendi yang gerakannya terbatas. Sendi gerak, merupakan hubungan dua tulang yang dapat bergerak bebas meliputi Sendi engsel, yang merupakan hubungan dua buah tulang yang salah satu tulangnya hanya dapat digerakan ke satu arah. Sendi peluru, merupakan hubungan dua buah tulang yang memungkinkan tulang satu bergerak memutar pada tulang lainnya. Sendi pelana, merupakan dua tulang yang permukaannya berbentuk pelana kuda dan memungkinkan gerak ke dua arah. Otot Otot adalah alat gerak yang aktif. Otot berfungsi sebagai penggerak tulang sehingga menghasilkan sebuah gerakan. Otot dibedakan menjadi tiga macam, yakni Otot polos Otot lurik Otot jantung Berikut penjelasan ketiga otot tersebut 1. Otot polos Jumlah otot polos adalah satu dan terletak di bagian tengah dengan warna yang dimiliki polos. Otot polos memiliki ciri-ciri sebagai berikut Berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing Mempunyai satu inti sel, terletak di tengah sel otot bekerja di luar kesadaran, bekerja lambat, teratur, dan tidak cepat lelah Terdapat pada dinding alat-alat tubuh bagian dalam seperti paru-paru, pembuluh darah, lambung, usus, dan indung telur. 2. Otot lurik Pada otot lurik terdapat tendon. Otot yang ujung atasnya mempunyai dua tendon disebut otot bisep. Baca juga Kunyit Bisa Obati Radang Sendi, Benarkah? Otot yang ujung atasnya mempunyai tiga tendon disebut otot trisep. Ciri-ciri otot lurik antara lain Sel otot lurik berbentuk silinder yang memiliki bagian gelap dan terang sehingga tampak seperti lurik Memiliki inti banyak Otot bekerja atas kesadaran perintas otakn dan dapat mengalami kelelahan Otot melekat pada rangka sehingga disebut otot rangka. 3. Otot jantung Ciri-ciri otot jantung yakni Sel otot jantung berbentuk serabut lurik yang bercabang-cabang Sel mempunyai satu atau banyak inti sel dan terletak di tengah serabut Bekerja di lura kesadaran atau tidak diperintah otak. Tapi dipengaruhi oleh persediaan oksigen yang cukup. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
A. Pengertian Anatomi Anatomi berasal dari bahasa latin, yaitu ana yang berarti bagian, memisahkan dan tomi yang berarti iris atau potong. Jadi, anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara keseluruhan maupun bagian-bagian serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lainnya. Anatomi dibagi dalam dua tingkatan utama, yaitu anatomi mikroskopik dan anatomi makroskopik. Anatomi mikroskopik adalah mempelajari suatu struktur yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Bentuk pemeriksaan mikroskopis adalah pemeriksaan sitology dan histologi. Sitology mempelajari suatu sel secara unindividual sedangakan histologi mempelajari suatu jaringan. Anatomi makroskopik mempelajari suatu struktur yang besar yang bisa dilihat dengan mata telanajang, anatara lain anatomi permukaan ciri-ciri dari permukaannya, anatomi regional fokus pada area tertentu, anatomi sistemik mempelajari organ secara sistem pencernaan dll, anatomi perkembangan mempelajari perubahan dari suatu struktur. B. Posisi Anatomi Posisi anatomi adalah posisi tubuh berdiri tegak dengan kepala, mata dan jari kaki menghadap ke depan, lengan atas berada di samping tubuh, dan telapak tangan menghadap ke depan. Gambar 1 Posisi anatomi tubuh manusia C. Bidang Gerak Anatomi Gerak manusia digambarkan dalam tiga dimensi berdasarkan sistem bidang dan sumbu. Tiga bidang imajiner diposisikan membelah tubuh pada sudut sedemikian sehingga saling berpotongan di pusat massa tubuh. Dalam posisi anatomisnya, pusat gravitasi COG Centre of Gravity manusia berada di promontori sakrum sacral promontory. Gambar 2 Bidang gerak anatomi Ada tiga bidang gerak dasar anatomi, yaitu 1. Bidang Sagital Bidang sagital atau anteroposterior, yaitu bidang yang membentang dari depan ke belakang dan dari atas ke bawah. Bidang ini membelah tubuh menjadi bagian medial kiri dan bagian lateral kanan. Bidang sagital adalah bidang yang sejajar dengan bidang median, gerak yang terdapat pada bidang ini disebut gerak sagital. Bila kedua segmen tulang yang saling berhubungan pada bidang sagital dan salah satu segmen bergerak mengecilkan sudut disebut gerak fleksi, gerak kembali pada kedudukan semula disebut gerak ekstensi. Sumbu gerak dari gerakan tersebut terdapat pada bidang frontal dan horizontal yang melewati hubungan antara kedua segmen. Khusus mengenai tulang belikat scapula yang ikut membentuk gelang bahu cingulum membri superioris maka gerak yang terjadi dalam bidang sagital adalah elevasi mengguling ke atas dan depresi reduksi gulingan ke atas. Gerak yang terjadi dalam bidang horizontal adalah protraksi dan retraksi mengguling ke arah lateral. 2. Bidang Frontal coronal Bidang frontal atau lateral, yaitu bidang yang membentang dari sisi kanan ke sisi kiri dan dari atas ke bawah. Bidang ini membelah tubuh menjadi bagian anterior depan dan bagian posterior belakang. Bidang frontal adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang median, gerakan yang terdapat pada gerakan ini disebut gerak frontal. Gerak yang menjauhi bidang median disebut gerak abduksi, dan gerak yang mendekati bidang median disebut adduksi. Sumbu gerak dari gerakan tersebut terletak pada bidang sagital dan horizontal. Khusus mengenai tulang belikat scapula maka gerak yang terjadi dalam bidang frontal adalah a. Elevasi, yaitu gerak scapula ke kepala. b. Depresi, yaitu gerak scapula kembali ke kedudukan semula. c. Abduksi, yaitu gerak margo vertebralis scapula menjauhi linea mediana posterior. d. Upward rotation/ rotasi kranial, yaitu rotasi ke atas cavitas glenoidalis memutar ke kranial. e. Downward rotation/ rotasi caudal, yaitu kembalinya cavitas glenoidalis pada ke kedudukan semula. f. Protraksi, yaitu gerak scapula ke lateral. g. Retraksi, yaitu gerak scapula ke kedudukan semula. 3. Bidang Transversal horizontal Bidang transversal, yaitu bidang yang membentang dari sisi kanan ke sisi kiri dan dari depan ke belakang. Bidang ini membelah tubuh menjadi bagian superior atas dan bagian inferior bawah. Bidang transversal adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang sagital dan frontal. Gerak yang terdapat pada bidang ini disebut gerak horizontal, atau gerak mengelilingi sumbu/ gerak axial/ gerak anguler atau gerak rotasi. Sumbu geraknya sejalan dengan axis memanjang suatu segmen. Dikenal adanya dua gerak rotasi, yaitu endorotasi gerak titik terventral dari sesuatu segmen menuju ke arah medial dan eksorotasi gerak kembali ke kedudukan semula setelah melakukan gerak endorotasi. Selain gerak dasar tersebut masih dikenal adanya gerak yang lain, yaitu a. Sirkumduksi, yaitu gerak yang menghasilkan bentuk kerucut dengan puncak kerucut terletak pada tempat gerak yang paling sedikit gerakannya. b. Pronasi dan supinasi, yaitu gerak rotasi pada lengan bawah. Pronasi sama dengan endorotasi dan supinasi sama dengan eksorotasi.
gerak gerak bagian anggota tubuh yang ditampilkan dengan bergetar disebut